Rabu, 17 Januari 2024

Daya Pikat Kuliner Indonesia

Budaya Indonesia selalu bisa kita temui dalam kehidupan kita sehari-hari, salah satu contohnya melalui makanan. Letak geografis negara kita ternyata tidak hanya mendukung perekonomian tetapi juga berpengaruh terhadap keberagaman citarasa kulinernya. Kuliner Indonesia terdiri dari berbagai macam makanan yang turun-temurun disajikan oleh nenek moyang kita dahulu kala hingga saat ini. Tentunya setiap di setiap daerah di negara kita memliki potensi budayanya masing-masing yang dituangkan kedalam sajian istimewa disetiap suapannya.

Beragam jenis makanan Indonesia sudah go international, bukan hanya dikenal oleh warga dunia, sebagian dari makanan khas Indonesia telah berhasil mendapatkan nominasi secara global. Tak heran makanan khas Indonesia sering kali menjadi perbincangan hangat di dunia kulineri lantas menguasai cita rasa warga dunia. Pada tahun 2017 silam dilansir dari detikfood, rendang menjadi makanan terenak dengan peringkat pertaman versi CNN Travel melalui polling suara. Belum sampai situ saja, kuliner Indonesia secara rutin masuk ke dalam daftar 50 Kuliner Terbaik Dunia (50 World's Best Cuisines) dilansir dari Tasteatlas.

Indonesia, dengan kekayaan budaya dan warisan kuliner yang melimpah, telah berhasil menarik perhatian di kancah internasional. Daya pikat kuliner Indonesia tidak hanya terletak pada kelezatan rasa, tetapi juga pada keberagaman bahan baku, teknik memasak, dan sentuhan budaya yang terkandung dalam setiap hidangan. Salah satu keunikan kuliner Indonesia tidak lain tidak bukan terletak pada keragaman rempah-rempah yang digunakan dalam setiap masakan. Rendang, salah satu makanan terenak versi CNN Travel, sebuah contoh sempurna bagaimana paduan rempah-rempah khas Indonesia memberikan cita rasa yang kaya dan kompleks. Rendang sendiri berasal dari Padang, Sumatera Barat, dan telah meraih pengakuan dunia sebagai hidangan daging yang dimasak dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang lezat.

Didalam proses memasak hidangan rendang memiliki filosofi mendalam, hal ini terungkap dalam buku “The History of Sumatra” (1811) karya William Marsden yang menyatakan bahwa Masyarakat Minang percaya bahwa rendang memiliki 3 makna tentang sikap saat mengolahnya, yakni kesabaran, kebijaksanaan, dan ketekunan. Ketiga unsur ini dipraktekan saat memasak rendang agar tercipta masakan dengan citarasa yang tinggi. Dibalik rendang serta filosofinya yang mengandung estetika, makanan khas Indonesia lainnya juga menggoda lidah dunia, contoh lainnya seperti nasi goreng, satay, soto, gado-gado, dan nasi padang. Keunikan setiap daerah turut memberikan nuansa berbeda pada setiap hidangan, menciptakan pengalaman kuliner yang tak terlupakan.

Keberhasilan kuliner Indonesia meraih nominasi global juga tercermin dalam daftar 50 Kuliner Terbaik Dunia. Tasteatlas secara rutin menempatkan kuliner Indonesia di dalam daftar tersebut, menunjukkan bahwa kekayaan ragam masakan dari Sabang hingga Merauke telah diterima dengan antusiasme di seluruh penjuru dunia. Selain kelezatan rasa serta filosofi, cara penyajian makanan juga menjadi faktor daya tarik tersendiri. Tampilan yang estetis dan unik pada hidangan Indonesia menarik perhatian para pecinta kuliner. Misalnya, tumpeng sebagai hidangan simbolik dalam budaya Indonesia sering dihidangkan dalam acara-acara spesial. Tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki nilai artistik yang tinggi.

Peran media juga turut memainkan peranan penting dalam mempopulerkan kuliner Indonesia di dunia internasional. Melalui liputan dan penghargaan dari media internasional seperti CNN Travel, makanan Indonesia semakin dikenal luas, meningkatkan daya tariknya sebagai destinasi kuliner global. Dengan demikian, daya pikat kuliner Indonesia tidak hanya terletak pada kenikmatan rasa, melainkan juga pada keanekaragaman budaya, bahan baku, teknik memasak, dan presentasi hidangan. Keberhasilan makanan khas Indonesia menembus pasar internasional membuktikan bahwa kekayaan kuliner nusantara mampu merajut hubungan harmonis antara rasa dan keindahan, mengundang semua orang untuk menikmati pesona lezatnya Indonesia.

Selasa, 07 November 2023

 ISAK TANGIS WARGA GAZA DI BAWAH LANGIT BERAPI

Konflik di wilayah Gaza, Palestina, telah lama menjadi salah satu titik panas di kancah geopolitik dunia. Saat berbagai negara dan pemimpin dunia terlibat dalam negosiasi, isak tangis warga Gaza di bawah langit berapi terus berdendang sebagai nyanyian kesengsaraan yang tak kunjung usai. Sejauh manakah, kita akan merenung tentang konflik berkepanjangan ini dan dihantui oleh pertanyaan moral yang terus ada di hadapan kita semua.

Peperangan yang menyebabkan banyak kerugian ini sayangnya sering kali di abaikan oleh warga dunia. Rasa ketidakpedulian tercerminkan dalam pilunya kisah warga Palestina yang tinggal di Gaza. Bukan hanya dari segi ekonomi saja yang menurun drastis, namun kesehatan mental warga yang menempati kawasan peperangan pun terganggu. Menurut penelitian yang diungkapkan oleh WHO, “Satu dari lima orang di zona perang mengalami depresi, kecemasan, stres pascatrauma, gangguan bipolar, atau skizofrenia”.

Berbagai usaha dalam meredakan konflik ini telah dicoba, salah satunya aksi gencatan senjata. Aksi gencatan senjata ini pernah diberlangsungkan pada akhir Mei 2021 silam, hal ini bertujuan untuk menghentikan pertempuran dan melindungi warga sipil. Namun, kesepakatan ini tidak bertahan lama dan sering kali terganggu oleh insiden-insiden kecil yang memicu konflik baru. Konflik yang terus berlangsung di Gaza ini memakan banyak korban selama puluhan tahun. Warga sipil yang tak bersalah seringkali menjadi korbannya, terjebak di tengah pertempuran yang melibatkan berbagai faksi, termasuk pemerintah Israel dan kelompok militan Palestina. Warga Gaza terpaksa harus hidup dan menetap di bawah langit yang terus berapi, dengan ancaman bom dan roket yang senantiasa mengintai.

Pada bulan Mei 2021 silam, situasi di Gaza mencapai puncak ketegangan ketika terjadi serangan selama 11 hari berturut-turut yang merenggut korban jiwa di kedua belah pihak dilansir dari Kompas.com. Gambar anak-anak Gaza yang menangis, wajah-wajah tertutup debu, dan warga sipil yang berjuang untuk bertahan hidup telah menggugah hati banyak orang di seluruh dunia. Akibat dari serangan ini, sebanyak 248 warga Palestina tewas. Sayangnya situasi para warga yang memprihatinkan ini, hanya dalam waktu singkat saja muncul di layar televisi dan media sosial kita.

Dibalik berita-berita singkat dan tumpukan angka statistik, ada cerita-cerita nyata warga Gaza yang menderita. Ada cerita tentang keluarga yang harus melarikan diri dari rumah mereka yang hancur, tentang anak-anak yang tidak bisa bersekolah lagi, dan tentang orang tua yang tidak bisa memberikan perlindungan kepada anak-anak mereka. Kisah-kisah penderitaan ini tidak bisa lagi diabaikan.

Ketegangan di Gaza telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari bagi warga di sana. Mereka hidup dalam ketakutan yang tak ada ujungnya, dengan kondisi ekonomi yang hancur dan keterbatasan akses ke air bersih serta pangan. Ketika kita mendengar tentang isak tangis mereka, kita juga harus bertanya pada diri sendiri tentang tanggung jawab kita sebagai masyarakat global. Tanpa adanya kepedulian dan partisipasi warga dunia, konflik ini memungkinkan untuk timbulnya siklus kekerasan yang berkelanjutan akibat isu kemanusiaan yang terabaikan serta ketegangan diplomatik dan geopolitik di kancah internasional.

Pertikaian yang berlangsung terus menerus di Gaza bukan hanya masalah politik yang rumit, tetapi juga suatu peringatan tentang penderitaan manusia. Hal ini mengingatkan kita bahwa di balik berita-berita tersebut, ada orang-orang yang memerlukan bantuan dan dukungan kita. Mereka yang sama seperti kita, manusia yang layak mendapatkan kehidupan yang baik dan aman di bawah langit yang damai.

Kisah tragis yang fenomenal ini harus menjadi suatu panggilan bagi kita semua untuk bertindak. Hal ini telah menjadi bagian dari masalah kemanusiaan yang memerlukan perhatian kita, dan kita harus menjawabnya dengan bijak dan penuh empati. Dengan upaya kita bekerja sama dalam menemukan solusi yang mengakhiri konflik berkepanjangan ini serta bantuan sosial yang kita salurkan kepada warganya, kita dapat membantu mewujudkan perdamaian yang sudah lama dinanti oleh warga Gaza, sehingga suatu saat nanti isak tangis mereka dapat digantikan dengan tawa kebahagiaan yang layak mereka nikmati.

Senin, 27 Februari 2023

PROPOSAL PROM NIGHT SMA/K CINTA KASIH TZU CHI

 

PROPOSAL PROM NIGHT SMA/K CINTA KASIH TZU CHI


 


 

Disusun oleh :

Angela Marhani

Bella Haryoto Wijaya

Callista Valencia

Callysta Jomey Steven

Vinca Oktavia

 

 

Kelas                                                   : XI AKL

Mata pelajaran                                    : Bahasa Indonesia

 

 

SMK CINTA KASIH TZU CHI

Jl. Kamal Raya Outer Ring Road No. 20, Cengkareng Timur – Jakarta Barat 11730

Telp. 021-543 97 463, Fax. 021-543 97 573

e-mail : info.smk@cintakasihtzuchi.sch.id // www.cintakasihtzuchi.sch.id

 

 

 

Prom Night

SMA/K Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi

I. Pendahuluan

A. Latar Belakang

            Dalam rangka merayakan pelepasan para siswa-siswi kelas 12 SMA/K Cinta Kasih Tzu Chi agar memiliki sebuah kenangan manis di masa-masa terakhir sebelum menempuh kehidupan yang baru. Karena dalam setiap pertemuan pastilah ada perpisahan. Perpisahan dapat menjadi suka maupun duka tergantung bagaimana kita akan menyikapinya. Harapannya, dengan adanya acara perpisahan ini dapat meninggalkan perpisahan yang penuh suka serta menjadi kesan tersendiri bagi siswa/i.

B. Tujuan Kegiatan

            Acara perpisahan ini dapat menjadi kenangan yang indah bagi para siswa/i selama bersekolah di SMA/K Cinta Kasih Tzu Chi, meningkatkan kreatifitas para siswa, menjaga kebersamaan dan persatuan antara siswa SMA & SMK Cnita Kasih Tzu Chi.

II. Isi Proposal

A. Tema

            Kegiatan “Prom Night” SMA/K Cinta Kasih Tzu Chi kali ini mengangkat tema “Euphoria In Town”.

B. Macam Kegiatan

1.     Tuker kado

2.     Games

3.     Pertunjukkan dance

4.     Snack bersama

5.     Voting prom King & Queen

6.     Live Music & menyanyi bersama

7.     Pengumuman kelulusan

8.     Sesi foto bersama

C. Peserta

a.      Seluruh siswa/i SMA/K Cinta Kasih Tzu Chi

b.     Bapak/Ibu guru SMA/K Cinta Kasih Tzu Chi

D. Tempat dan Waktu Pelaksanaan

            Bahwa kegiatan Prom Night dalam rangka pelepas siswa/i SMA/K Cinta Kasih Tzu Chi tahun ajaran 2023/2024 akan dilaksanakan pada :

            Hari, tanggal   : Sabtu, 15 Juni 2024

            Tempat            : Aula Gedung C

            Waktu             : pukul 18.30 s/d 21.00 WIB

            Acara              : Prom Night

III. Susunan Acara

Rundown Prom Night SMA/K CKTC 23/24

Tanggal

Waktu

Keterangan

PIC

17-Jun-23

18.15-18.30

Open Gate

PIC keamanan

18.30-18.35

Pembukaan Acara

MC

18.35-18.40

Sambutan dari Pak Agus Salim

Pak Agus Salim

18.40-19.10

Tuker kado

MC

19.10-19.25

Games

PIC games

19.25-19.30

Pertunjukan Dance

Tim dance

19.30-19.55

Snack bersama

PIC konsumsi

19.55-20.20

Voting prom King & Queen

MC

20.20-20.30

Live Music & bernyanyi bersama

Tim Band

20.30-20.40

Pengumuman kelulusan

Bu Eka Panjaitan

20.40-21.00

Sesi foto bersama

Seluruh peserta

 

IV. Susunan Kepanitiaan

a.      Penanggung jawab      : Pak Agus Salim

b.     Pembimbing               : Bu Eka Panjaitan

c.      Ketua                         : Vinca Oktavia

d.     Sekertaris                    : Callysta Jomey Steven

e.      Bendahara                   : Bella Haryoto Wijaya

f.      Kordinator PIC

·       MC                                          : Felicia Trixie Fernanda

  Bella Haryoto Wijaya

·       PIC dekorasi                           : Angela Marhani

  Callysta Jomey Steven

  Vinca

·       PIC konsumsi                         : Jea Altika

 Sherine Litya Nixon Limsheldon

·       PIC sound system                   : Wayan Rama Wijaya

·       PIC sarpras & keamanan        : William Vincent

  Aditya

  Rizqi Darmawan

·       PIC games                               : Callista Valencia

  Casson Phang

V. Anggaran Dana

Berdasarkan rapat panitia kegiatan Prom Night tahun ajaran 2023/2024 telah disepakati beberapa kegiatan seperti diatas. Tentunya agar kegiatan tersebut berjalan dengan  baik diperlukan sejumlah biaya. Anggaran di dapatkan dari dana kegiatan siswa/i sebesar Rp.25.000,-/ siswa. Serta, nantinya setiap siswa/i yang ingin mengikuti kegiatan harus membeli tiket masuk seharga Rp. 25.000,-/siswa.

·       Pemasukan

Iuran 252 siswa           252 @ Rp. 25.000,-                Rp. 6.300.000,-

Dana sekolah                                                              Rp. 4.101.500,-

Total pemasukan                                                      Rp.10.401.500,-

·       Pengeluaran

Print tiket masuk        260 @ Rp. 1.500,-                  Rp. 390.000,-

Tote bag souvenir       260 @ Rp. 6.000,-                  Rp. 1.560.000,-

Konsumsi peserta & panitia                                       Rp. 7.694.500,-

Dekorasi                                                                     Rp. 560.000.-

Photobooth                                                                 Rp. 197.000,-    

Total pengeluaran                                                    Rp. 10.401.500,-

VIII. Lampiran

 

Surat izin orang tua



Poster Prom Night



Tiket Prom Night



VII. Pertanyaan kelompok

1.  Tim band yang dimaksud dalam penampilan apakah dari luar? Dari sekolah dan tidak berbayar (Kelompok michy)

2.    Apakah tukar kado ada batasan budget? Tidak ada (Kelompok Kevin)

3.  Kenapa siswa harus bayar ?Siswa yang ingin berbayar adalah siswa yang ingin ikut saja, karena untuk konsumsi serta tiket itu sudah kita hitung perorang nya (Kelompok Gebrie)

4.   Apakah siswa yang tidak ikut tidak tahu kalau ia lulus? Acara Prom Night ini diadakan setelah pengumuman kelulusan, jadi apabila tidak ikut siswa akan tetap tahu lulus/tidak lulus nya (Kelompok Kevin)

5.    Ini setelah kelulusan atau bukan? Setelah kelulusan (Kelompok Kevin)

6.  Bagaimana dengan siswa yang tidak lulus? Untuk siswa yang tidak lulus ikut boleh tidak, tergantung pada siswa tersebut

 

VI. Penutup

             Demikian proposal kegiatan “Prom Night” SMA/K Cinta Kasih Tzu Chi tahun ajaran 2023/2024, kami sangat mengharapkan bantuan dan peran serta Bapak/Ibu guru agar kegiatan yang telah kami sepakati untuk diadakan dan dapat dilaksanakan dengan baik.

            Kami mengucapkan terima kasih atas perkenaan Bapak/Ibu guru untuk membanru melalui dana agar terlaksananya kegiatan “Prom Night” SMA/K Cinta Kasih Tzu Chi tahun ajaran 2023/2024.

Ketua acara

Kepala sekolah SMK CKTC

Kepala Sekolah SMA CKTC

Direktur sekolah

 

 

 

 

Vinca Oktavia

Edi Supeno

Purwanto

Betty Teresia


 

 

Minggu, 27 November 2022

Perjalanan Angkasa

Pagi itu, Tesa, Steven, dan Sebastian, dipanggil ke ruangan Sir Alex. Mereka tidak tahu mengapa mereka dipanggil ke ruangan atasannya tersebut. “Tes, Steve, kalian ada yang berbuat salah kah sama Sir Alex? Aku gak ngapa-ngapain deh perasaan.” Kata Sebastian. “Aku juga ngga ngapa-ngapain” Jelas Tesa. “Aku juga gak merasa berbuat salah, mungkin kita dipanggil buat hal lain, positif thinking dulu aja” Kata Steven. Mereka berjalan menuju lorong ruangan Sir Alex dengan hening dan penuh rasa tanya, hingga sampailah mereka di depan ruangannya. “Tok tok tok” Bunyi ketuk pintu. “Masuk.” Kata Sir Alex. Mereka bertiga pun bergegas masuk, dan segera duduk setelah diarahkan oleh Alice, asisten Sir Alex. “Jadi begini, kita ada misi untuk meneliti sebuah meteor yang jaraknya mulai mendekati bumi kita. Rencananya kalian bertiga lah yang akan saya kirimkan untuk misi kali ini. Kalian akan digabung dengan teman-teman dari divisi lain yang berjumlah 4 orang.” Kata Sir Alex. “Rencananya mulai kapan akan kita menangani misi ini Sir?” Tanya Tesa. “Mulai Senin depan, kalian akan langsung menangani misi ini bersama dengan anak-anak dari divisi teknisi.” Jelas Sir Alex. “Baik Sir.” Ucap Tesa, Steven, dan Sebastian. Setelah mereka keluar dari ruangan Sir Alex, raut gembira mereka tergambar dari wajah mereka. Mereka sangat tidak sabar untuk memulai misi ini, bagi mereka yang masih junior, ini adalah misi besar mereka yang pertama kali. “Wow wow wow, akhirnya kita dapet misi keren.” Ucap Steven. “Yes sir, aku jadi agak gugup ketemu anak divisi teknisi, pertama kali kita bekerja sama divisi luar.” Ucap Tesa. “Yeah, tapi pasti bakal seru dan memorable, it’s our first time, great adventure is coming.” Ucap Sebastian. Mereka begitu senang, tanpa memikirkan bahwa misi ini mungkin saja akan sangat membahayakan nyawa mereka.

Tibalah mereka di hari yang paling mereka tunggu-tunggu sedari minggu lalu, yup, benar, hari ini adalah hari dimana misi meteor mereka dimulai. Awal dari sebuah kisah persahabatan, percintaan, hingga tragedi yang sebelumnya tidak pernah mereka bayangkan akan terjadi. “Good morning sir and miss, in 5 minutes our meeting will begin, all of the teams may enter the meeting room now, thank you.” Pengumuman terdengar. “Yuk masuk.” Ajak Tesa. Mereka bertiga pun memasuki ruangan meeting itu. Ruangan tempat para teknisi, astronaut, ahli-ahli, dan orang penting lainnya bekerja, ruangan yang menjadi saksi dari misi-misi bersejarah dan membanggakan. “Selamat datang saya ucapkan kepada seluruh peserta dalam penelitian meteor G12SK15. Misi ini akan dimulai dari hari ini hingga 1 bulan kedepan, harapannya misi ini dapat kita tangani dengan baik, selamat bekerja sama saya ucapkan.” Ucap Fesia kepala divisi teknisi. Meeting itu berjalan dengan lancar dan cukup rumit, seperti yang sudah mereka bayangkan. Meski tidak mengenal anak buah dari divisi teknisi dengan baik, namun nampaknya, mereka dapat diajak kerja sama oleh ketiga astronaut junior itu. Di meeting itu mereka bertemu dan berkenalan dengan keempat pemuda dari divisi teknisi. Ada Darren, Thomas, Jericko, dan Devanno. Mereka berempat memiliki skill berbicara yang baik saat meeting tadi, selain itu mereka juga memiliki tampang yang bisa dibilang cukup menawan, bagi Tesa. Hari-hari mereka sejak Senin itu dipenuhi dengan segala hasil penelitian yang tidak pernah mereka jumpai sebelumnya. Menarik dan cukup membingungkan bagi mereka, namun rasa antusias mereka masih tetap sama. “Eh Steve, Basti, tadi kan aku lagi ngebahas jarak meteor dan perkiraan arahnya sama Darren dan Devanno, nah kalian tau gak, Devanno kan bantuin aku neliti, eh dia bawain aku susu coklat sama biskuit gitu, hahaha jadi gimana ya.” Ucap Tesa. “Waduh waduh, ada apa ini sama bocah teknisi.” Ucap Sebastian. “Dih, ga ada apa-apa, gajelas ya kamu.” Ucap Tesa tersipu malu. Tanpa mereka berdua sadari ada Steven yang menyimak dengan senyuman yang bisa dibilang penuh arti. Semenjak Tesa, Steven dan Sebastian masih kecil, mereka sudah berteman dan menjadi sahabat hingga kini, seiring berjalannya waktu, tidak dapat dipungkiri bahwa, salah satu dari mereka menyimpan perasaan yang semakin lama, tidak bisa ditutupi lagi. Steven pernah menyukai Tesa sewaktu mereka duduk dibangku SMA, namun karena ia tidak mau merusak persahabatan mereka dengan perasaan yang ia miliki, akhirnya ia bertekad untk membuang perasaannya tersebut. Perasaan yang telah lama Steven kubur terhadap Tesa, perlahan hadir kembali, meski Steven sudah menahan rasa sukanya, namun tetap saja, lelaki mana yang bisa stay cool saat crushnya menceritakan perilaku manis lelaki lain.  Setelah hari itu, perilaku Steven mulai berbeda, ia lebih suka berdiam diri sendiri dibanding bergabung dengan Tesa, Sebastian dan teman-teman satu misi mereka. Perasaannya terhadap Tesa, semakin lama, semakin tidak tertahankan, setiap ia melihat Tesa dan Devanno bersama, ia benar-benar cemburu, rasanya ia pengen menarik Tesa dari hadapan Devanno. Namun, karena ia sekarang lagi dihadapkan dengan misi besar, ia harus tetap berpikiran dengan jernih, ia tidak mau merusak kerja sama yang telah dibangun oleh seluruh tim. “Steve temenin aku ke dorm yuk, ambil headset.” Ajak Tesa. “Ayuk Tes.” Ucap Steven. Mereka berdua berjalan menyusuri lorong dorm, dan sampailah Steven di depan pintu dorm Tesa.”Sebentar ya, aku ambil barang dulu.” Ucap Tesa. “Iya Tes.” Ucap Steven singkat. setelah Tesa mengambil barang, mereka pun berjalan kembali menyusuri lorong dalam hening. “Steve kamu kenapa? Kok diemin aku sama Sebastian belakangan ini?” Ucap Tesa. “Em gapapa si Tes, aku lagi banyak pikiran aja di misi ini, sorry ya kalo aku keliatannya narik diri dari kalian.” Jawab Steven. “Kalo kamu ada masalah, kamu tau kan kita bakal selalu ada buat kamu, jangan sungkan ya Steve.” Ucap Tesa. Steven merasa bersalah, sebab ternyata perilakunya membuat kedua sahabatnya khawatir.

Seminggu sebelum misi mereka selesai, mereka mendapat  sebuah berita yang cukup buruk, meteor yang mereka teliti ternyata tidak menjauhi bumi sama sekali, justru meteor tersebut mendapat perkiraan akan menabrak bumi dalam waktu dekat. Meeting dadakan dilakukan setelah mereka mendapat kabar buruk tersebut. “Selamat malam saya ucapkan kepada seluruh tim, seperti yang telah kita ketahui, meteor G12SK15 salah kita prediksi, meteor ini dikabarkan melesat menuju bumi dengan kecepatan yang cukup dahsyat, berikut data meteor yang akan saya tayangkan.” Ucap Fesia. “Lalu apa yang harus kita lakukan? Tanya Thomas. “Kemungkinan besar kita tidak akan bisa meneliti lewat jarak jauh lagi, kita harus meneliti secara langsung.” Ucap Fesia. Dalam kata lain, maksud Fesia adalah mengirimkan tim untuk meneliti di luar angkasa secara langsung. “Kalau seperti ini, kita harus mengirimkan beberapa orang dalam tim ini, untuk berangkat ke luar angkasa secepatnya mendekati meteor ini.” Ucap Sir Alex. “Apakah ada yang bersedia menjadi volunteer untuk diberangkatkan dalam penelitian luar angkasa kali ini? Tanya Fesia. Dalam situasi genting seperti ini, semua orang ingin ikut serta dalam pemberangkatan ke luar angkasa, namun melihat begitu besar resiko yang akan mereka tanggung, hanya hening yang tercipta dalam ruangan itu. “Sepertinya kalian semua takut akan resiko yang bisa menimpa kalian di perjalanan ini, tapi kalian sudah tahu kan, bahwa memang pekerjaan kalian dari awal sudah beresiko dan bisa saja nyawa kalian yang menjadi taruhannya, sekarang, saya meminta 3 nama untuk saya berangkatkan lusa.” Ucap Sir Alex dengan tegas. “Saya berseda Sir.” Ucap Tesa. Seluruh orang dalam ruangan tersebut cukup kaget dengan keputusan Tesa untuk memberangkatkan dirinya, sebab ia adalah astronaut junior yang hanya baru pernah sekali berangkat keluar angkasa, itupun dalam misi yang tidak membahayakan, namun apa boleh buat, ia sudah bulat dengan keputusannya. “Saya juga bersedia sir.” Ucap Darren. “Saya bersedia sir.” Ucap Devanno dan Steven berbarengan. “Kita hanya membutuhkan 3 orang saja, Devanno, Steven, siapa diantara kalian yang harus saya berangkatkan untuk misi kali ini?” Tanya Sir Alex. Devanno dan Steven akhirnya meminta Fesia untuk memilih diantara mereka, siapakah yang layak untuk diberangkatkan. “Dengan segala pertimbangan, saya memilih Steven untuk diberangkatkan bersama dengan Tesa dan Darren.” Ucap Fesia. Setelah meeting dadakan tersebut selesai, kondisi yang tadinya tidak genting, menjadi sebaliknya, setaip orang yang terlibat dalam misi itu, terlihat tegang, mereka semua bersiap untuk menyiapkan skenario terburuk. “Kalian baik-baik ya di sana, aku bakal tungguin kalian berdua di sini, hiks.” Ucap Sebastian sedih. “Iya Sebastian, udah jangan mikir yang aneh-aneh, kita semua pasti bakal baik-baik aja, misi ini pasti bisa kita handle dengan baik.” Ucap Tesa. Meski mereka berusaha menghibur satu sama lain, namun mereka sudah tahu bahwa misi ini sepertinya tidak akan berjalan dengan mulus.

Tibalah di hari dimana Tesa, Darren dan Steven menjalankan misi final mereka, misi pemberangkatan mendadak yang dilakukan oleh tim NASA dalam rangka penelitian meteor G12SK15. “Steve, kamu gapapa? Kok kamu keliatan sakit gitu ya?” Tanya Tesa. “Iya aku gapapa, kepala ku agak pusing dikit doang.” Jawab Steven. Tak meresa sadari, percakapan mereka terdengar oleh Sir Alex. Salah satu persyaratan pemberangkatan adalah kondisi tubuh yang sehat, sedangkan Steven dalam kondisi yang kurang fit. Tepat 3 jam sebelum pemberangkatan mereka, Steven diumumkan tidak jadi diberangkatan dalam misi ini karena kondisi tubuh yang tidak fit, alhasil posisinya langsung digantikan oleh Devanno. “Sir, kenapa posisi saya digantikan oleh Devanno, saya sehat sir, saya masih mampu untuk melakukan perjalanan misi ini.” Jawab Steven dengan tegas. “Keputusan saya sudah bulat, diluar angkasa bukanlah tempat untuk kamu bermain-main, ini adalah misi yang penting Steven, maka dari itu posisi anda saya ganti dengan Devanno, dan keputusan ini tidak bisa diganggu gugat.” Tegas Sir Alex. Keputusan ini membuat Steven kecewa, ia ingin ikut serta dalam misi ini, agar ia juga bisa mendampingi Tesa, namun apa boleh buat, keputusan Sir Alex sudah mutlak, dan sekarang ia hanya bisa berdoa agar misi ini berjalan dengan baik. “Tes, I’ll miss you.” Ucap Steven. “Hey, its fine, misi ini bakal kita jalanin dengan baik, everything will be alright, setelah misi ini, semua bakal balik normal, kita bakal jalanin misi selanjutnya bareng, tenang aja.” Ucap Tesa. “Tetep aja Tes, we’ll miss you, semoga misi ini berjalan lancar.” Meski Tesa terdengar meyakinkan Sebastian dan Steven, namun di dalam hatinya rasa cemas dan takut misi ini akan gagal, sunggulah besar.

Di waktu itu, Steven sangat ingin mengungkapkan perasaannya kepada Tesa, namun apa boleh buat, waktu yang mereka miliki sangatlah singkat, hingga akhirnya tibalah waktu dimana, roket Tesa diberangkatkan. “In ten, nine, eight, seven, six, five, four, three, two, one.” Roket tersebut pun langsung melesat pada hitungan yang pertama. Dan begitu saja akhir dari misi yang telah mereka jalankan selama 1 bulan itu. Tak disangka perkiraan mereka meleset, meteor yang selama ini mereka teliti menabrak roket yang di naiki Tesa, Darren, dan Devanno. Perasaan amarah, kecewa, sedih, dan bingung dirasakan oleh teman-teman seperjuangan di dalam misi tersebut saat tahu bahwa roket yang baru saja diterbangkan, meledak di luar angkasa karena menabrak meteor yang mereka teliti. Penyesalan di dalam hati Steven, tidak dapat ia tahan, amarah yang berkecamuk dalam dirinya, tergambar jelas dari sorot mata yang tersakiti, sahabatnya tewas dalam tragedi ini, belum sempat ia menyatakan perpisahan, namun tragedi ini lah yang memisahkannya dengan Tesa, sang pemilik hatinya sedari mereka masih remaja. “See you, when I see you Tes, I love you.” Itulah ucapan yang diucapkan Steven di hari penghormatan terakhir kepada Tesa. Begitu memilukan, sebuah pertemuan yang selalu ada akhir, entah berakhir baik atau tidak, semua pertemuan pasti memiliki akhir.

The End.