Rabu, 02 November 2022


Banjir Awal Tahun

   Banjir dengan curah hujan tertinggi selama 24 tahun, terjadi di Jabodetabek pada 1 Januari 2020. Hujan ini telah melanda ibukota dan sekitarnya sejak tanggal 31 Desember 2019, sore. Pada pukul 02.00 WIB tinggi muka air Ciliwung di Pintu Air Manggarai di level 700 cm/siaga empat.

   Banjir ini mengakibatkan 31.232 orang mengungsi  di 269 titik lokasi pengungsian. Jumlah wilayah yang terendam banjir hingga saat ini tersebar di 38 kecamatan dan 158 kelurahan di 5 wilayah di Jakarta. Banjir ini juga mengakibatkan padamnya listrik secara menyeluruh di ibukota.

   Sejumlah pemukiman penduduk dan ruas jalan terendam banjir dengan ketinggian kurang lebih 30 cm-ratusan sentimeter. Krisis air bersih juga sempat terjadi akibat jaringan perpipaan milik PT Palyja dan Aetra yang terputus. Tak hanya itu, banjir ini juga menelan korban jiwa sebanyak 9 orang berdasarkan catatan BNPB.

   Air banjir yang memendam Jabodetabek ini membutuhkan waktu yang lama untuk surut. Kondisi di sejumlah daerah membutuhkan waktu sekitar 2 minggu untuk benar-benar surut. Beberapa area mall/tempat wisata masih tergenang banjir hingga tanggal 13 Januari 2020.

   Banjir ini membuat banyak aktivitas Jabodetabek terhenti. Mulai dari jalanan yang macet dan tergenang air banjir, listrik yang padam, hingga transportasi umum yang tidak dapat beroperasi di beberapa rute. Banjir ini tercatat dengan curah hujan yang tertinggi selama 24 tahun semenjak 1996



 

 

5 komentar:

  1. Terimakasih, sangat membantu informasinya, tingkatkan ya...

    BalasHapus
  2. dengan membaca artikel ini, pengetahuan saya semakin luas akan hal hal baru, kerenn !

    BalasHapus
  3. Terimakasih atas info nya, semangat untuk karya selanjutnya

    BalasHapus
  4. wah, terimakasih infonya, sangat bermanfaat!!

    BalasHapus
  5. Terima kasih kakak informasinya, sangat bermanfaat, semangat kedepannya

    BalasHapus